Kamis, 21 April 2016

Kita “berbeda”


Dosen sudah selesai memberi penjelasan tentang materi pertemuan kali ini.
“oke, sampai disini ada pertanyaan?”
Semua mahasiswa terdiam. Antara bingung mau bertanya apa, atau ngga paham dengan materinya, entahlah.


“Baik, saya lanjutkan sedikit lagi,….” Kemudian semua mahasiswa kembali focus dengan penjelasannya. Setelah itu, beberapa mahasiswa bertanya. Terjadilah “dialog” dan transfer ilmu pengetahuan.

“Anak Indonesia, memang benar-benar “berbeda” ya”, kata pak dosen selesai diskusi, sebelum menutup kelas.

“Kenapa, pak?” saya sedikit penasaran dengan tekanan pada kata “berbeda” barusan.

“iya, kalau disini ditawarin ada pertanyaan? Tidak selalu mendapat antusiasme dari audiens. Tapi, saya pernah “terpaksa” mengisi suatu kajian di New York untuk anak-anak yang ikut kelas semacam TPA di Islamic Center. Selesai saya memberi penjelasan,  dua puluh lima dari tigapuluh anak yang hadis saat itu mengangkat tangan dan berani bertanya!. Iya, pertanyaannya beragam sih dari yang ringan, sepele, ngga ada hubungannya sama materi sampai pertanyaan yang berat terkait materi. Tapi satu poin penting yang saya garisbawahi. Bahwa mereka “tidak takut salah” untuk bertanya. Sedangkan di Indonesia? Seringkali kita jumpai entah itu di dalam kelas, atau bahkan di lingkungan keluarga yang dicemooh “halah, gitu aja ditanyain..” atau, ketika ada yang bertanya diketawain..gitu ya?”

“Woww..”

Iya sih, iyakan? Atau hanya saya yang sering menemui hal semacam ini?

Begitulah, salah satu kunci pendidikan di luar negeri adalah cenderung membiarkan anak-anaknya kritis sejak dini. Mereka, para orang tua merasa baik-baik saja meski anaknya banyak bertanya, tetap menjawab tanpa rasa bosan meski diulang-ulang. Hal yang berbeda kita jumpai di Indonesia. Maka akibatnya, generasi kita kurang kritis, harus diakui ya? Bisa dibuktikan di sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan sekitar kita. Maka, tugas kita bersama, para orang tua dan pendidik terutama. Untuk memupuk kembali rasa ingin tahu anak-anak kita, generasi masa depan. Biarkan mereka bertanya, menyalurkan rasa ingin tahu mereka. Agar kelak, mereka menjadi generasi kritis.

#ODOP

#BelajarMenulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Impian

Tak perlu besar, yang penting cukup untuk menampung keluarga inti dan tamu yang datang berkunjung. Entah itu saudara, sahabat, atau...