Rabu, 04 Mei 2016

Surat Buat Hasna 6




Jari-jariku memencet nomor kakak, lalu bimbang. Antara harus menelepon atau sms saja?

Panggil

Sms

Panggil

Sms

Panggil

Sms

Pang.....
.....

Sms aja lah. Ngga siap denger suaranya. Lagian, mana pantes cewek nelpon duluan?

Bahaya kan, kalau yang disana ke-GR-an?

#hadeh, mana mungkin. Kakak ngga sejayus itu kali, batinku protes.

Baik. Sms saja.

Assalam, kak..aku pulang nih. Kakak dimana? Jadwal ke RS kapan? Mungkin bisa ketemu?

Sent

Lagu mestica sudah selesai sejak tadi. Namun sms baru tak kunjung datang. Ah, mending mandi trus bantuin umi masak daripada nunggu sms, bengong.

“Mi,....”

“Eh, udah bangun? Mau sarapan?”

“Umm... udah mandi juga lohh...nanti aja deh, barengan ya....?”

Kami memang terbiasa makan bersama dirumah. Rasanya lebih nikmat, sambil bercerita apa saja. Pagi ini, umi masak sayur yang direbus dengan garam, sambal terasi, tempe, tahu, plus ikan goreng. Melihatnya saja membuatku menelan air liur.

“Udah siap nih, sana bawa ke meja ya. Trus panggil ayah kita sarapan bareng.” Suara umi memecah lamunanku merasakan sambal itu meliuk di dalam mulut.

Aku bergegas merapikan lauk pauk di meja, menatanya sedemikian rupa. Lantai dan halaman sudah bersih semua. Pasti umi semua yang membereskannya. Kasihan umi, apa-apa sendiri. Biasanya aku yang beres-beres. Kenapa harus bangun kesiangan sh tadi? Huft. Aku merutuki diri sendiri.

Besok, aku harus beresin semua sebelum umi. Tekadku dalam hati.

Hari ini, aku seharian dirumah. Menuntaskan kerinduan umi. Bercerita apa saja, semuanya. Mulai dari kejadian dirumah, tetangga, sampai curhat. Tak ada satupun yang tersisa, sampai curhatan teman umi pun diceritakan.

“Umi musti kasih saran apa ya? Biasanya kan kamu yang pinter kasih saran?” Heuh, umi mulai merajuk.

“Iya deh nnti Risa tulisin yaa...saran buat temen umi. Biar ga lupa. Besok bisa umi sampein ke ibu itu kalau ketemu” umi terkekeh.

Malam cepat sekali datang. Tinggal sekali lagi waktuku bersama bantal dan guling kesayangan. Besok agak siang, sudah harus kembali ke kota pelajar. Meneruskan misi tuk menimba ilmu.

Bintang dilangit berkelip terang, menandakan bahwa malam semakin larut, menyisakan satu tanya di ruang rindu.

Kenapa kakak tak balas smsku?

#ODOP 

Lanjut ke Surat Buat Hasna 7

1 komentar:

  1. Ngebayangin masakan umi jadi Baper.. eh laper. Mau makan blm jam sahur..

    BalasHapus

Rumah Impian

Tak perlu besar, yang penting cukup untuk menampung keluarga inti dan tamu yang datang berkunjung. Entah itu saudara, sahabat, atau...