Sabtu, 17 September 2016

As Syaja’ah, keberanian karena iman



As Syaja’ah dalam bahasa arab berarti berani. Tapi tidak semua keberanian berarti syaja’ah. Orang yang berani melawan orang tua, membantah dengan kata kasar ucapan orang lain, berani mencuri, melakukan kejahata, atau berani mengambil hak orang lain bukan termasuk syaja’ah.


Mari kita tengok bagaimana seorang Ibrahim As berani menyembelih anaknya, karena ia yakin itu adalah perintah dari Allah. Bagaimana seorang Musa As berani menghadapi raja Fir’aun yang terkenal kejam dan diktator, yang bahkan mengaku sebagai Tuhan, karena yakin Allah ada bersama setiap langkahnya. Bagaimana Rasulullah Muhammad SAW berani menentang keinginan paman-pamannya yang notabene penguasa Mekkah saat itu, berani melawan kekejaman mereka dengan cara elegan, adalah wujud iman. Karena mereka, melakukan setiap tindakan dengan berani berdasarkan iman yang tertanam di hati.

Kita juga bisa menyimak kisah keberaninan Bilal bin Robbah, seorang budak yang disiksa oleh majikannya karena memeluk islam hingga berdarah-darah dan sekarat setelah terpanggang matahari. Atau kisah keberanian seorang gadis bernama Asma binti Abu Bakar, menyeberangi padang pasir seorang diri demi mengirim makanan dan menyampaikan informasi untuk ayah dan Rasulnya tercinta di gua Tsur, tak peduli pada gelapnya malam dan bahaya yang siap mengampiri kapan saja. Gadis itu yakin, Allah akan melindungi karena apa yang dilakukannya adalah berdiri diatas kebenaran.

Ada begitu banyak kisah keberanian, as Syaja’ah. Lalu di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, bagaimana sifat “Syaja’ah” ini berwujud? Orang-orang yang beriman sudah selayaknya memiliki sifat syaja’ah, berani karena iman yang tertanam dalam hati. Diantaranya dengan:

1.             Memiliki daya tahan yang besar, baik daya tahan fisik maupun mental.
2.            Berterus terang dalam kebenaran
3.            Mampu menyimpan rahasia
4.            Mengakui kesalahan
5.            Bersikap objektif terhadap diri sendiri
6.            Menahan diri saat marah

Apakah kita berani mewujudkan poin-poin di atas dalam kehidupan nyata?

Semoga.

Nah, untuk bisa memiliki sifat berani syaja’ah, maka sebaiknya:

-                      Memantapkan keimanan dan ketaqwaan
-                      Bersungguh-sungguh melawan rasa takut kepada selain-Nya
-          Bersungguh-sungguh mengusir rasa cemas dan khawatir yang tidak beralasan.

Maka, semoga sifat syajaah melekat dalam diri kita.

#OneDayOnePost
 

2 komentar:

Yang Terbaik

Edited by canva "Iya Ki, insya Allah kamu dapat yang terbaik."