Jumat, 06 Januari 2017

Air Mata






Bulir-bulir yang tadi jatuh, menganak sungai
Kini tiada bekas.
Sudah diserap tissue-tissue warna putih
Sama sekali tidak mengubah warnanya.
Hanya bentuknya saja yang sekaran tidak karuan.
Aku sudah lega, tidak ingin menangis lagi.
Sudah selesai.

Air mata yang tadi menganak sungai
Adalah suara yang tak mampu kuutarakan lewat kata.
Rasa tak berdaya atas perasaan yang mungkin sia-sia.
Menepis prasangka bahwa semua baik-baik saja.
Walau sebenarnya, iya. Aku baik-baik saja.
Masih waras dan tidak kekurangan rencana.
Apalagi cinta, aku punya berlimpah.

Bisa kubagi kepada siapa saja, kecuali kamu.
Yang sudah memutuskan untuk meninggalkanku.
Aku punya selaksa bahagia, yang bisa kuberikan kepada siapa saja.
Kecuali kamu, yang sudah memilih orang selain aku.
Tidak, aku tidak sedang menyesali kepergianmu. Buat apa?
Aku juga tidak cemburu dengan dia yang kamu pilih sebagai belahan jiwa.
Itu sama sekali tidak berguna.

Aku punya kehidupan sendiri yang jauh lebih istimewa.
Selamat berbahagia.
Aku juga bahagia. Percayalah.
Ada dia yang menguatkan jiwaku, selalu.
Dia yang jauh lebih istimewa dari kamu dan air mata itu.
Yang sudah mengering bersama tisu.



3 komentar:

Yang Terbaik

Edited by canva "Iya Ki, insya Allah kamu dapat yang terbaik."