Senin, 30 Januari 2017

Dewie DeAn- Bukan Bunga


Satu sel yang terbelah dua kemudian terpisah sejak hadir ke dunia ^_^



Entah, ini permintaan atau perintah, untuk menulis tentang seseorang yang hampir setahun ini banyak memberi warna hari-hari. 

Dewie DeAn, aku mengenalnya lewat komunitas One Day One Post. Di chat room, dia selalu ramai. Tidak peduli pagi, siang, sore, bahkan tengah malam. Awalnya aku berfikir, makhluk apakah dia yang hampir tidak pernah kelihatan offline? Always on. No matter where or when. Atau jangan-jangan, dia makhluk tak kasat mata? Hahaha...

Tidak mungkin. Kebiasaannya upload foto sehari beberapa kali (terutama ketika sedang eksis jalan-jalan atau demo masak) cukup menunjukkan bahwa dia bukan makhluk astral. Dewie, dia nyata. Apalagi setelah mbak Hiday, salah satu anggota ODOP berhasil menemuinya di Kuala Lumpur. Ini adalah salah satu bukti bahwa Dewie bukan makhluk hoax.

Beberapa bulan setelah gabung ODOP, hampir setahun yang lalu. Group whatssapp ini semakin ramai. Kecepatan mengetik anggota yang aktif luar biasa, beberapa menit ditinggal saja sudah ratusan chat. Apalagi kalau offline beberapa hari, pernah mencapai ribuan chat baru masuk seteleh online. Luar biasa, kan? Yang lebih luar biasa adalah, jika diperhatikan baik-baik setiap hari, tiada hari tanpa chat dari Dewie di group ini.

Yah, keramaian yang bukan tanpa alasan. Sering ada bagi-bagi ebook, tips menulis, koreksi tulisan, sampai bercanda dan saling menjodohkan. #ops

Tentu saja, dalam group ini kami bukan hanya saling menemukan teman tapi juga saudara yang sudah seperti keluarga dunia maya. Namun bukan berarti semua berjalan baik-baik saja. Group ini pernah berduka, beberapa kali bahkan. Yaitu ketika ada anggota yang harus mengundurkan diri sebagai bagian dari konsekwensi. Ya, kan ketentuannya jika tidak posting beberapa kali harus mengeliminasi diri dari group, keluar dengan kesadaran sendiri, begitu. Jadi ya mereka yang bertanggung jawab terhadap konsekwensi, dengan berat hati harus meninggalkan group ini. Sedangkan mereka yang tidak juga *sadar diri* meskipun berpuluh hari tidak setor link, masih saja bertahan. Termasuk aku, hehehe. Semua memang tergantung niat, sih. Ngga perlu dibahas lebih lanjut soal ini. Karena inti tulisan ini adalah membahas tentang Dewie DeAn.

Berawal dari “keberisikan” dalam group inilah, kami menjadi semakin akrab. Kupikir dia lebih senior dan dewasa dariku, setelah beberapa bulan berbincang. Sampai suatu hari dia kirim email dan kubalas dengan sapaan “kakak” atau “mbak”, eh dia ngamuk protes. Kemudian memaksa untuk membalik panggilan itu padaku. Oh, setelah sekian perdebatan, aku mengalah. Ya, bukan untuk benar-benar merasa kalah. Hanya saja, tidak ingin memperpanjang masalah.

Kemudian entah bagaimana awalnya, chatroom kami pindah ke saluran pribadi, lalu telepon sering datang tanpa jadwal pasti. Ada saja yang ingin dibagi. Mulai dari cerita yang sama sekali tidak penting, sampai hal-hal yang sifatnya pribadi. Perlahan tapi pasti, kami seperti satu sel yang membelah jadi dua, berpisah ratusan mil sejak lahir ke dunia, kemudian dipertemukan kembali di dunia maya. Ya, tanpa rencana kami menjadi saudara di dunia tak kasat mata, yang semoga persaudaraan ini berlanjut dan bertahan selamanya di dunia nyata. Dan kini, dia memintaku untuk menulis tentang dirinya, biar kuuraikan dengan singkat. Karena selebihnya, adalah rahasia yang hanya bisa benar-benar engkau rasakan saat bersamanya.

Dewie DeAn, gadis asal Medan yang sedang merantau di negeri jiran. Sebentar lagi menyandang gelar Sarjana Ekonomi, dan siap disunting seorang pangeran pemuda menjadi istri. Entah siapa yang beruntung nanti. Aku tidak ingin membatasi dia akhirnya harus memilih siapa, karena memang itu hak dia sepenuhnya. Yang aku harap, pilihannya adalah yang terbaik untuk menjadi penyempurna fase hidup berikutnya.

Apakah kamu mengira bahwa setiap gadis itu selalu indah dan mewangi ketika mekar setelah menahan kuncup sekian lama, kemudian layu setelah ia berhasil menepis ragu? Biar kutegaskan padamu bahwa sebaiknya engkau berhenti berpikir begitu.  Tidak, sama sekali tidak. Tidak semua gadis bisa diibaratkan sebagai bunga. Kau tidak akan menemukan keindahan bak bunga pada diri Dewie DeAn. Kenapa?

Dia tidak perlu menguncup lalu menunggu saat yang tepat untuk berbuat. Dia, adalah gadis penuh tekad. Tak perlu menunggu atau ditunggu, dia hanya berbuat ketika kemauannya sudah bulat. Kalau kau mencoba untuk tidak percaya, terserah saja. Tapi boleh kau tanyakan padanya atau orang-orang yang mengenalnya, bagaimana ia menjalani masa remaja.

Dia tidak perlu mekar, menebar wangi, atau menyapa penuh pesona siapapun yang melintas di hidupnya. Dia selalu memilih dan tahu pesona itu layak untuk siapa. Meski selama apapun harus menanti, ia bisa begitu setia menahan rasa agar sesuai dengan asa yang diimpikannya. Dia adalah gadis dengan selera luar biasa, baik dalam makanan, penampilah, sampai tentu saja, rencana masa depan.

Dan kau tahu, dia juga tak perlu layu ketika lelah menunggu. Dia bukan bunga, tapi permata. Kilaunya berasal dari tempaan ujian dan masa yang begitu panjang, kilau yang akan bertahan selamanya. Tidak akan pudar walau digoda, tidak akan tenggelam meski mengikuti arus zaman.

#OneDayOnePost
#ODOPChallenge
#DewieDeAn

14 komentar:

  1. Terharu *mata berkaca2 keculek sendok. 😂

    Noted kakak terimakasih sudah mau mengenalku. Pesannya Awie save 😍😍😘😘

    BalasHapus
  2. Aku amnesia...siapa tuh Dewi dean

    BalasHapus
  3. Permata yg terdampar.

    BalasHapus
  4. Isinya bagus bagus Mba. ada jeleknya napa hahaha

    BalasHapus
  5. Isinya bagus bagus Mba. ada jeleknya napa hahaha

    BalasHapus
  6. Uuunngg, tulisan kak Kifa manis banget kaya selai bluberry~ jadi pengen bikin roti bakaaarrr...

    BalasHapus
  7. Wah,aku gimana nih mau nulis tantangan nya? Udah dikupas semua Iki... Hehehe

    BalasHapus
  8. Hhaa... Kak Kifa paling puanjaaaang klo bahas kak wie...

    BalasHapus
  9. Awie adalah keindahan yang tersembunyi #eh apasih? :D

    BalasHapus
  10. Woow,,daibak mba Awie ya,,jd pngn masuk chat room grup ODOP lagi

    BalasHapus
  11. Jadi terharuuuuu sama komen2nya hihi

    BalasHapus

Yang Terbaik

Edited by canva "Iya Ki, insya Allah kamu dapat yang terbaik."