Sabtu, 07 Januari 2017

Kabut, Hujan dan Kamu






Bulan Januari,
Lereng gunung menawarkan misteri
Saat pagi, bukan mentari yang berseri
Ada kabut pekat menyelimuti


Sang rencana memanggilku
Menembus pagi tanpa ragu
Menepis gelisah tak menentu
Adakah hari ini kan berjalan sesuai inginku?

Satu demi satu
Rantai kehidupan tersusun rapi
Membawaku ke lautan ilmu
Yang sebelumnya pernah kuhindari

Mungkin ini yang disebut takdir
Harus diterima meski sedikit getir
Harus dijalani dengan penuh pikir
Pemaksaan, hingga titik nadir

Tak akan kuhindari lagi
Kunikmati setiap risiko dengan berani
Satu hal yang pasti
Keberhasilan akan mengiringi kesungguhan ini

Hujan turun saat semua selesai
Seolah ingin menusuk perut bumi
Menahanku sementara waktu
Di satu sudut kota, bersama sahabatku

Hujan tidak benar-benar berhenti
Saat kuputuskan pergi, kembali menembus hari
Kembali ke gunung, dengan segenap rasa berani
Menembus jalan ditengah hujan yang ingin menusuk bumi

Dingin kembali menerbitkan ragu
Adakah benar ini jalan hidupku?
Ingatan mengembalikan sosokmu
Yang dulu sering menguatkanku

Aku ingin bertemu
Melihat senyum dan kepercayaanmu padaku
Bahwa semua kan baik saja, saat aku berhasil menepis ragu
Tapi kamu tidak benar-benar di situ

Aku termangu
Kenapa harus kembali pada bayangmu?
Lalu kusadari bahwa semua bukan salahmu
Tapi ujian bagi ketegaranku

Yogyakarta, 7 Januari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rumah Impian

Tak perlu besar, yang penting cukup untuk menampung keluarga inti dan tamu yang datang berkunjung. Entah itu saudara, sahabat, atau...