Rabu, 04 Januari 2017

Resolusi Terpenting 2017





Awalnya, aku tidak begitu berminat menulis tentang ini. Cukuplah jadi daftar mimpi pribadi, yang seandainya tidak tercapai tidak perlu malu dengan diri sendiri. Tapi berhubung ada tantangan nulis resoles, eh resolusi? Ya mau ngga mau ditulis juga. Siapa tahu kan, semakin banyak yang membaca semakin banyak pula yang mendoakan, lalu jadi kenyataan. Kan, kan, asik kan?

Hehe ...

Aku punya mimpi, biar tetap hidup. Karena kata Andrea Hirata dalam Sang Pemimpi atau Laskar Pelangi ya? Aku lupa, yang jelas dalam salah satu tetralogi itulah beliau menulis: “tanpa mimpi, orang-orang seperti kita ini akan mati.”

Aku setuju, mimpi bisa menghidupkan semangat dan upaya-upaya untuk menjadikannya pasti. Tanpa mimpi, seolah manusia biasa seperti kita (atau hanya aku dan kamu?) tidak akan memiliki semangat untukmenarik nafas lagi. Mimpi ibarat nyawa yang melekat salam setiap detak nadi.

Ah udah ah ngomongin si mimpi, nanti dia ngga bisa tidur diomongin terus. Mending sekarang ngomongin mimpi (loh?) eh resolusi yang jadi bagian dari mimpi. Di tahun 2017 ini, ada dua hal yang paling kuinginkan jadi kenyataan, yang dengan kedua hal ini aku berharap pintu bagi mimpi-mimpi yang lain terbuka lebar menjadi ikenyataan.

Pertama, adalah keinginan untuk terus menulis. Apa saja, kapan saja dan dimana saja, aku ingin lebih banyak menulis daripada tahun kemarin. Itu artinya, untuk bisa terus menulis aku juga harus rajin membaca, bukan? Termasuk mengaplikasikan ilmu kepenulisan yang sudah didapat. Tidak boleh ada satupun yang sia-sia. Kalau bisa, setiap ide yang terlintas harus ditulis untuk dirangkai dengan ide lain dan membentuk sebuah tulisan yang utuh. Ketika sudah terbiasa seperti ini, aku berharap kemudian ada tulisanku yang layak terbit baik melalui media online maupun offline. Ah, bermimpi, boleh dong? Apalagi kalau tulisannya dilirik para pemegang modal yang baik hati dan mencintai literasi. Tulisanku bisa jadi sumber uang saku nanti. Hihi

Yang kedua adalah lulus dan wisuda. Syaratnnya tentu saja menyelesaikan tesis (yang itu berarti harus berhubungan baik dengan tulisan-lagi-), lalu ujian. Kalau sudah lulus semuanya, baru deh boleh ikut wisuda. Jadi, intinya ya itu tadi, nulis dan belajar!

Terus, kalau sudah lulus mau ngapain lagi? kan masih ada sisa waktu tahun ini? Yap, lebih cepat lulus lebih baik. Dengan segera lulus, itu berarti agenda lain menanti. Seperti? Menikah, salah satunya. Eh? Soal ini ngga harus nunggu wisuda sebenarnya. Cuma pengen aja nikah kalau sudah selesai urusan akademik, terutama tesis dan ujiannya itu. Kan lebih lega rasanya kalau nikah sudah ngga punya tanggungan kewajiban ke kampus. Kalau sudah selesai tesis dan ujian, paling tinggal ngurus wisuda yang ngga seberapa ribet kan? Itu juga kalau calonnya sudah terbit di ufuk timur, tersenyum menyambutku dan siap menikah. Ahahaha, doakan saja yang terbaik, okey?

Lagi pula, kalau cepat lulus kan jadi lebih banyak waktu buat mikirin yang lain. Mikirin naskah buku, mau tinggal dimana, mau sibuk apa saja, termasuk mikir mau jalan-jalan ke mana lagi. Masih banyak tempat yang ingin kujelajahi di negeri ini. Tapi ya itu, yang penting kewajiban akademik selesai dulu.

Ah, semoga saja mimpiku, mimpimu dan mimpi kita semua terwujud tahun ini, ya?

#OneDayOnePost

5 komentar:

  1. Aamiin ya Allah... Semoga terkabul di tahun ini

    BalasHapus
  2. Semoga semua mimpi kakak terkabul Aamiin Allahumma Aamiin

    BalasHapus
  3. Aamiin... terutama yang sakinah berasamamu... :D

    BalasHapus

Masa Depan RCO

Reading Challenge ODOP atau disingkat RCO saat ini sudah masuk angkatan ke-3. Aku sudah pernah ikut ketiganya. RCO pertama, zaman admin ...