Sabtu, 11 Februari 2017

Satu Menit


Tidak ada yang salah dengan satu menit. Kita biasa melewatkannya begitu saja. Bahkan menganggapnya seolah tiada. Enam puluh detik, berlalu tanpa sesuatu yang istimewa, sudah biasa kan?


Melamun sebentar, tidak terasa sepuluh menit berlalu. Membuka media sosial, tiga puluh menit baru membaca semua, belum membalasnya satu per satu. Atau menunggu, meski membosankan satu menit belumlah terasa nyeri berdiri. Tidak apa-apa, hanya satu menit. Sebentar sekali. Kau tidak perlu risau akan hal ini.

Baiklah.

Tapi benarkah?

Dari kaca mata yang berbeda, kita bisa melihat betapa satu menit bisa jadi menyelamatkan nyawa. Coba saja, menyelam ke dalam air, lalu rasakan. Ketika sudah tidak mampu lagi menahan nafas katakan pada otak: bertahanlah satu menit lagi! Kira-kira, apa yang akan terjadi? Iya, bisa jadi tubuh kita benar-benar tidak mau kembali ke permukaan: tenggelam.

Atau saat berkendara dengan kecepatan tinggi. Pernah memperhatikan tanda APILL? Iya, alat itu berhitung mundur dalam satuan detik, bukan menit. Meski tidak semua tanda APILL memiliki alat hitung mundur untuk berpindah dari warna merah ke kuning sebelum berpindah lagi ke warna hijau, kita semua tahu bahwa hitungan alat itu menggunakan detik, bukan menit. Bayangkan saja jika ada orang yang berpikir bahwa setelah lampu menyala merah, dia tetap melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. “Ah, belum satu menit,” begitu pikirnya. Apa yang akan terjadi? Jelas, potensi kecelakaan itu jauh lebih besar karena kendaraan dari arah berlawanan sudah mulai berjalan.

Begitu juga ketika ketinggalan kereta (dengan asumsi kereta itu tepat waktu). Satu menit terlambat sampai stasiun, kereta sudah melaju. Mau berlari sekalipun, kita tak akan mampu. Akhirnya? Kendaraan lain harus jadi alternatif. Tidak masalah, nikmati saja. Tapi jangan lupa, satu menit itu sangat berharga.

Dalam pepatah arab dikatakan, al waqtu kas shaif... in lam taqtho’hu qotho’aka. Waktu itu ibarat pedang ... yang jika kamu tidak menebasnya maka kamu yang akan ditebasnya.

Yuk, manfaatkan waktu sebaik mungkin.

Jangan lupa tantangan menulis minggu ini, ya.

#SelfReminder
#ODOP

#OneDayOnePost

1 komentar:

  1. PLAK!
    Saya belum menulis tantangan mbk Saki minggu ini :)

    BalasHapus

Yang Terbaik

Edited by canva "Iya Ki, insya Allah kamu dapat yang terbaik."