Jumat, 03 Maret 2017

Orang-Orang Terbaik


Perjalanan hidup ini, kita tidak pernah merencanakan sebelumnya. Lahir ke duniapun tanpa rencana. Siapa yang bisa memilih mau lahir dimana dan mendapat nama apa? Termasuk mau jadi perempuan atau laki-laki, semua sudah ditetapkan begitu saja. Masa kecil kita tumbuh begitu adanya. “Mengikuti tuntunan alam,” kata sebagian dari orang tua.


Lalu kita tumbuh, menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang sekitar. Beranjak remaja, lingkungan semakin berwarna. Kita dituntut lebih bijak dalam memilih dan menentukan langkah. Semua tidak bisa lagi berjalan “tanpa rencana” sama sekali. Mungkin sesuai dengan usia, ketika manusia dianggap layak untuk menentukan pilihan, satu demi satu dan kemudian semakin kompleks hidup ini penuh dengan pilihan. “Kita kemarin, hari ini, juga masa depan adalah tergantung pada apa yang kita pilih,” kata seorang ustadz. Tepat, pilihan untuk melakukan apa menentukan kita akan di mana, dengan siapa, dan harus bagaimana.

Adakalanya, kita dihadapkan dengan orang-orang baik, yang begitu ringan tangan membantu, menyisihkan waktu luang. Tidak jarang juga kita harus berhadapan dengan mereka yang mengedepankan ego semata. Saat itulah, kita dituntut bersikap lebih dewasa. Apa jadinya jika kita menuruti egonya? Ah, mungkin akan ada perang dunia berikutnya.

Orang-orang terbaik, adalah siapa saja yang pernah “masuk” kemudian “keluar” dari hidup kita. Sebagian dari mereka datang kemudian pergi, sebagian tetap tinggal. Tidak sedikit yang pergi dengan meninggalkan kesan baik, menambah daftar kenangan yang tidak untuk dilupakan. Meski ada juga, mereka yang harus pergi menyisakan sesal karena sesuatu yang mengakibatkan rasa tidak ingin mengingatnya lagi. Percayalah, mereka adalah orang-orang terbaik.

Bagaimanapun, sebaik atau seburuk apapun kehadiran mereka dalam hidup kita, selalu ada hikmah dan pelajaran yang harus kita cerna. Mereka yang hadir hari ini, bisa jadi harus pergi esok hari. Kita bisa memilih untuk menyikapinya seperti apa. Atau mungkin, jika mereka tdak pergi dari hidup kita, sesungguhnya kita yang memilih pergi dari kehidupan mereka?

Tentu saja, semua adalah pilihan dengan segudang pertimbangan. Jangan pernah mengambil keputusan tanpa pertimbangan. Karena jika demikian, akan sangat rawan menimbulkan penyesalan. Hidup ini, dimulai dengan kelahiran dan diakhiri dengan kematian. Dalam bahasa inggris, kita mengenal kata “birth” yang berarti lahir. Kemudian ada kata “die”  yang berarti mati. Jika disingkat, antara B dan D, ada C= choise. Pilihan, yang mebuat kita bisa bertemu siapa dan bagaimana menyikapinya.

Satu yang pasti, siapapun yang pernah “mampir” dalam kehidupan kita, adalah orang-orang terbaik yang baik dengan atau tanpa rencana membantu kita untuk sampai di masa depan. Mungkin ada banyak pelajaran, sekaligus tumpukan penyesalan terhadap orang-orang tersebut. Tentu saja, kita tidak bisa mengubah masa lalu untuk itu. Tapi setidaknya, dengan menyadari bahwa siapapun mereka tetap bisa menjadi yang terbaik untuk melengkapi perjalanan hidup kita, langkah-langkah yang kita ambil bisa jadi lebih ringan dan menyenangkan. Menciptakan bahagia tak terkira dan selalu mampu membuat kita bersikap baik kepada siapa saja.


Yakin saja, setiap sikap baik kita akan menghasilkan kebaikan di masa depan. Siapa yang menanam, dia akan menuai. Jadi, mari kita tanam kebaikan di mana saja, kepada siapa saja. Supaya hidup kita selalu dipenuhi dengan kebaikan. Dengan begitu, bukankah rasa bahagia menjadi begitu sederhana untuk siapa saja?

4 komentar:

  1. Yuuuuuuukkk!!! 🌧🍊🌧🍊🌧🍊 ^ ~^)9

    BalasHapus
  2. Dengan begitu, bukankah rasa bahagia menjadi begitu sederhana untuk siapa saja?

    Benar sekali

    BalasHapus
  3. Dengan begitu, bukankah rasa bahagia menjadi begitu sederhana untuk siapa saja?

    Benar sekali

    BalasHapus

Yang Terbaik

Edited by canva "Iya Ki, insya Allah kamu dapat yang terbaik."