Senin, 11 September 2017

Penyembuh Alami



Sampai sekarang aku tak mengerti. Di usia yang tak bisa disebut belia, belum sekalipun aku opname di Rumah Sakit. Bismillah, semoga ngga perlu ya. Apa ngga pernah sakit?


Pernah dong, aku kan manusia biasa yang sering kena debu jalanan dan masih menghirup udara yang sama dengan manusia lain. Bagiku, sakit itu justru anugerah. Karena di saat sakit itulah, kita bisa menikmati benar rasanya sehat. Di sisi lain, sakit adalah penggugur dosa, pengingat bahwa ada yang salah dalam tubuh kita, sekaligus alarm tubuh agar kita lebiih berhati-hati dengan pola hidup dan pola makan.

Maka, biasanya ketika sakit, aku memang tidak memilih langsung pergi ke dokter. Kecuali jika dirasa tak bisa mengatasi sendiri. Misalnya, pernah kena luka bakar, tensi darah turun drastis, atau sakit cacar air! Baru deh, mau dibawa ke klinik, dokter, atau puskesmas.

Tapi meski tidak pergi ke dokter, aku berusaha meneliti penyebab sakit yang datang. Jika sebabnya adalah lelah, maka akumemilih banyak istirahat. Jika sebabnya adalah pola makan atau hidup yang salah, maka aku koreksi dan berusaha memperbaikinya. Itu saja.

Makan sayur, ikan, buah, gizi seimbang, olahraga, semua dapat membantu mengembalikan kestabilan tubuh. Jika upaya fisik tersebut belum berhasil namun rasa sakit masih hinggap di tubuh, maka saat itulah tubuhku butuh bantuan medis. Diagnosa mereka akan membantu tubuhku memulihkan diri. Aku tak suka minum obat, tapi jika terpaksa, ya tetap kuminum sesuai aturan mereka.

Saat ayah atau ibu sakit, mereka sering memintaku memijat. Ayah pernah mengajariku pijat refleksi, kami juga belajar otodidak dari buku dan video. Mungkin secara ilmiah dan keilmuan medis hal seperti ini tidak dibenarkan, memberi pijatan tanpa aturan dan standar. Tapi alhamdulillah, belum sekalipun pijatanku menimbulkan efek samping yang berbahaya. Selain ayah dan ibu, nenek, adik, teman-teman asrama juga pernah merasakan pijatanku, dan komentar mereka sama: enak, yang lebih penting: menyembuhkan. Cuma aku yang jadi banyak sendawa ketika memijat. Kata ibu, “Mungkin sakitnya keluar lewat kamu.” Oh ya?

Entah kenapa begitu. Seorang teman pernah bilang, kalau auraku berwarna hijau terang. Itu artinya aku memiliki kekuatan menyembuhkan secara alami. Aku tak ingin percaya begitu saja. Tapi seringkali, orang sakit atau sedang tidak enak badan ketika berada di dekatku, tak lama kemudian merasa lebih baik dan nyaman. Berbagai macam sebab mereka kemukakan. Aku sendiri tak merasa punya kekuatan. Hanya Allah yang Maha Menyembuhkan. Jika aku bisa menjadi perantara kesembuhan, biarlah itu menjadi kehendak Allah. Bukankah tugas kita sebagai manusia biasa hanya mengikuti kehendakNya?

Kamu, sakit? Sini deket sama aku. Semoga cepet sembuh, ya… syafakallah, 😊


1 komentar:

Masa Depan RCO

Reading Challenge ODOP atau disingkat RCO saat ini sudah masuk angkatan ke-3. Aku sudah pernah ikut ketiganya. RCO pertama, zaman admin ...