Selasa, 12 Desember 2017

Setelah Menikah Nanti -3



Kak, tahukah kau bahwa keyakinan akan jodoh itu tak pernah benar-benar berujung? Orang bilang, kalau sudah menikah, mengucapkan akad, berarti itulah jodoh. Lalu kenapa, beberapa waktu kemudian tak sedikit yang memutuskan untuk cerai?


Jangankan kita, yang belum tahu jodoh itu berupa siapa dan akan ketemu di mana. Mereka, para orang tua yang sudah bertahun-tahun menjalani kehidupan rumah tanggapun masih serig bertanya-tanya, “benarkah ia jodohku? Tapi kenapa begini dan begitu?” Lalu perasaan ragu itu mengantar pada angan semu, mengikis rasa percaya dan akhirnya, engkau bisa menebak bahwa akhir dari setiap cerita tak lagi sama.

Lalu untuk apa sebenarnya kita masih memupuk diri dalam ragu?

Apa yang bisa meyakinkan hati kita untuk segera saling bertemu dan memastikan rencana-rencana dalam kisah nyata?

Aku percaya, jodoh itu bukan untuk terus ditanyakan atau diminta. Jodoh adalah representasi kasih sayangNya dalam wujud manusia. Siapa yang bisa membuat kita nyaman, yakin melangkah ke masa depan, dan saling mendukung untuk menguatkan iman, itulah yang pantas dipertahankan. Kita tak perlu peduli pada berapa lama jodoh akan bertahan. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengambil keputusan sepenuh keyakinan, lalu melangkah dengan terus memohon ridha, dari orang tua dan keluarga.

Kalau seandainya nanti setelh menikah terdapat hal-hal yang tak sesuai dengan keinginan, tahukah engkau kak? Kata ‘seandainya’ itu adalah celah syetan melancarkan godaan. Sudahlah. Tak aada yang perlu kita takutkan. Karena sesungguhnya yang perlu kita khawatirkan adalah diri dan hati kita sendiri, jika jauh dari kasih sayangNya. Saat kita menjauh dariNya, saat itulah hati dan pikiran kita tak bisa berjalan dengan baik.

Kita tak bisa memastikan bahwa setelah menikah nanti, akan selalu merasa bahwa dunia bersam apasangan adalah segalanya. Bahkan ya, pertanyaan sepele apakah pasangan itu benar jodoh kita, bisa jadi mengganggu banyak hal.


Lalu, jodoh kita sebenarnya siapa?

#OneDayOnePost

1 komentar:

Kaos ODOP

Hasil jadi kaos Kira-kira tiga atau empat bulan pasca Kopdar Akbar ODOP pertama, ada wacana ingin membuat kaos ODOP. Koordinatornya...