Senin, 05 Maret 2018

Tentang Mug (1)

Sekitar seminggu yang lalu (atau 10 hari ya?) Sebelum gawai saya menyerah untuk menemani hari-hari yang semakin hectic antara kesibukan mengurus toko, persiapan kopdar dan urusan yang lain. Ada chat masuk di gawai saya, menanyakan apakah saya panitia kopdar ODOP di Jogja? Setelah saya pastikan beliau adalah Bunda Titi dari ODOP 4, percakapan berlanjut.

Bunda Titi mengabarkan tidak bisa ikut acara kopdar (sampai di sini saya sedih, karena rasanya ingin sekali bertemu semua anggota ODOP 1-5). Namun kemudian bunda melanjutkan kalimatnya, "Tapi saya pengen nyumbang souvenir buat yang ikut acara besok, mbak." Seketika, ada embun yang menetes dalam hati. Teringat angan-angan sebelumnya, betapa ingin menyediakan souvenir untuk acara ini. Saya pikir, besok cari di Jogja aja yang berkesan dan ramah di kantong. Masya Allah.. qodarullah, begitu mudah Allah memberi kejutan, memenuhi keinginan. Saya bisa apa selain menerima amanah berat ini?

Bunda ingin souvenir berupa mug dengan desain yang bagus. Saya coba carikan via online, tapi rata-rata bisa jadi setelah dua pekan. Sementara waktu kami tinggal seminggu lagi. Sempat terpikir dialokasikan dalam bentuk lain. Kaos misalnya? Tapi bunda khawatir ngga cukup. Saya juga khawatir hasilnya ngga bagus. Kalau ngga dipakai kan sayang? Kalau harus muter Jogja, kapan? Saya sendiri baru bisa berangkat tanggal 2 siang. Sempatkah?

#maaf ya, bersambung. Failed to publish before. Kepanjangan tulisan kali ya.

2 komentar:

Kaos ODOP

Hasil jadi kaos Kira-kira tiga atau empat bulan pasca Kopdar Akbar ODOP pertama, ada wacana ingin membuat kaos ODOP. Koordinatornya...