Senin, 05 Maret 2018

Tentang Mug (2)

Hari terus bergulir. Dua hari kemudian, saya minta tolong adik yang kuliah di UII untuk mencarikan. Alhamdulillah, dia mau direpotkan dan bersedia survei langsung ke tempat pembuatan untuk memastikan hasil dan janji penyelesaiannya. Saat dia bertanya, "Mau pesan berapa?" Saya masih pikir panjang. Berapa ya? Jumlah pendaftar terakhir sekitar 35 orang. Belum nanti kalau ada tambahan. Itu faktanya. Saya sampaikan ke adik, tanpa bisa memberi kepastian jumlah pesanan. Ya, siapa bisa memastikan kebutuhan di saat seperti ini?

Tambahan peserta sangat mungkin terjadi, seperti halnya mungkin juga berkurang dari daftar awal. Tanpa bertanya lagi, dia pesan 50 pcs mug. Saya tahu jumlah itu ketika dia menanyakan gambar yang mau dipasang. Mungkin lelaki memang diciptakan dengan logika yang lebih luas dari wanita. Jumlah itu  saya pikir logis. Kalaupun ada tambahan peserta, masih bisa dapat semua. Kalau ada yang pecah, masih ada cadangan. Kalau kurang, tinggal bilang, "Salah sendiri ngga daftar?" Eh, ngga boleh ya nyalahin orang lain gitu. Ngga baik. Entah nanti kalau kurang, cari alternatif lainlah. Saya pikir sebaiknya begitu.

Fix, seminggu yang lalu pesan 50 mug dengan nilai nota 800 ribu rupiah (uangnya masih sisa, bunda). Tanpa ongkos kirim, saya pikir nanti bisa diambil saja kalau masih Jogja kota. Kan?

Oke, Sabtu kemarin pesanan mug saya ambil bersama dua jagoan ODOP. Bang Fadhli dan bang Ian (pak ketua), terima kasih sekali sudah mau bantu angkat satu kardus besar berisi 48 mug gantian sepanjang lebih dari 400 meter, jalan kaki pas lapar pula. Kalian setrong sekali. Cowok banget dah. Haha

Gara-garanya kita salah jalur, lewat jalan yang ngga bisa dilalui mobil (sewaan dari Gunungkidul) karena jalan diportal. Mau muter jauh lagi, akhirnya kita jalan buat ambil mugnya. Satu kardus besar diisi 4 lusin. Sisanya dua biji saya bawa tenteng pake tas kresek. Hehehe

Sampai di penginapan, mug sampai dengan selamat. Namun ketika acara berlangsung, ada beberapa peserta yang berhalangan hadir. Mbak nisa dari Klaten sehari sebelumnya mengalami kecelakaan di perjalanan (Alhamdulillah ngga luka berat ya mbak?), Bunda Nabhan dari Jogja sakit, pak Agus Heri sakit, bu Nurul dari Pekalongan juga putranya sakit. Ah, sedih sekali rasanya. Semoga Allah segera memberi kesembuhan bagi yang sakit, ya.

Setelah acara selesai, masih ada sisa mug lebih dari 1 lusin. Saya mulai bingung. Mau buat siapa mug sebanyak ini?

Oke, prioritas pertama adalah mengirimkannya untuk Bunda Titi dan founder ODOP Bang Syaiha. Karena founder lah, ODOP bisa berkembang sejauh ini dan acara kopdar bisa terselenggara salah satunya dengan kehadiran beberapa sponsor yang luar biasa. Mulai dari penginapan, akomodasi, makanan, sampai jemputan. Masya Allah.. semoga Allah meridhoi persahabatan ini sampai ke surga Nya ya.

Semua kalau ditotal, bernilai... Ah, saya tak berani menyebut angka meskipun otak menyimpan rinciannya. Hanya doa terbaik saya panjatkan. Agar Allah memberi ganti yang jauh lebih baik untuk hambaNya yang dermawan, yang sudah dihadirkanNya ditengah-tengah kita.

Masih ada sisa mug. Saya dan teman-teman junior (entah kenapa, rasanya saat itu tak sempat berkonsultasi dengan para senior dan 'sesepuh karena semua sudah sibuk berfoto ria dan siap berpamitan) berinisiatif untuk mengirimkan mug yang tersisa kepada para senior ODOP yang terjangkau dan bisa ditemui teman-teman saat pulang nanti. Saya sendiri tak akan sanggup membawa semua sisanya. Ngga bawa kendaraan, pulang sendiri, dan sudah lelah setelah semalam tidak bisa tidur (#eh ngga ngeluh), cuma mau bilang ngga kuat kalau harus bawa semua sisanya pulang ke Gunungkidul.

Setelah beres dan kami berpisah, terpikir ulang tentang mug-mug itu. Siapa sebenarnya yang berhak menerima selain peserta kopdar? Para senior yang bisa ditemui teman-teman adalah prioritas kami. Jika nanti masih ada sisa, sungguh, kami butuh masukan senior dan teman-teman semua. Agar tidak ada dusta diantara kita. Semua sama enak dan jangan ada yang iri.

Silakan tinggalkan komentar dan usul di bawah tulisan ini ya. Tentang apa yang harus kami lakukan terhadap mug-mug tersebut.

Terima kasih.

#kopdarAkbarODOP
#Jogja
#OneDayOnePost

6 komentar:

  1. Luarbiasa ODOP 😍😍😍😍

    BalasHapus
  2. Berkah buat tmn2 panitia dan seseorang 'dermawan'

    Mbak Kifa aku mau dong. Beli juga gpp.

    BalasHapus
  3. Wah, enggak nyangka dapat souvernir kopdar ODOP. Biar pun belum sampe...syukur dulu..hihihi... Alhamdulillah... semoga kopdar berikutnya bisa ikutan.

    BalasHapus
  4. Masyaa Allah.... aku terharu😒

    BalasHapus
  5. Terharu bacanya. Semoga semua jadi amal shaleh ya.

    BalasHapus

Yang Terbaik

Edited by canva "Iya Ki, insya Allah kamu dapat yang terbaik."