Senin, 02 April 2018

Alasan Ikut Kelas Non Fiksi dan RCO


Program seleksi penerimaan angota tetap ODOP Batch 5 baru saja usai. Sekarang saatnya mereka masuk kelas lanjutan. Ada tiga program yang ditawarkan: Kelas Fiksi, Kelas Non Fiksi, dan RCO atau Reading Challenge ODOP.

Kelas lanjutan memiliki visi dan misi yang jelas: mengarahkan anggota ODOP untuk menekuni, memperdalam ilmu, dan memantapkan karya tulis sesuai passion masing-masing. Bagi yang suka fiksi, dipersilakan ikut kelas fiksi. Di dalamnya nanti akan mendapat materi fiksi sekaligus tantangan dan tugas yang harus diselesaikan. Begitu juga dengan kelas non fiksi. Masing-masing kelas dipegang oleh para PJ yang memang master di bidangnya. Kepo, siapa aja mereka? Rahasia dong. Kan Cuma member ODOP 5 yang sudah lulus,  boleh gabung ke kelas lanjutan.

Mau tau target mereka di kelas masing-masing? Insya Allah, akan lahir minimal satu antologi dari setiap kelas setelah program di kelas lanjutan berakhir. Belajar tak akan berarti tanpa adanya karya, kan? Semoga mereka mampu membuktikan.

Eits, selain anggota inti ODOP 5, kelas fiksi dan non fiksi juga boleh diikuti oleh tim PJ dan pengurus yang sudah berkontribusi, membantu dengan sepenuh hati proses kelulusan ODOP 5 ini. Tugas para PJ seleksi itu berat, loh. Kemarin mereka harus dengan rajin merekap laporan, mengingatkan, menegur, sampai mengeluarkan anggota yang tidak disiplin atau tidak menyelesaikan tantangan. Untuk itu mereka harus rela meluangkan waktu dan tenaga demi ODOP tercinta. Bahkan ada yang rela begadang demi menyelesaikan tugas. Belum pengorbanan kuota yang luar biasa, tanpa ada donator tetap yang bersedia menawarkan jasa. Boleh dong, mereka diberi reward dengan ilmu yang bertebaran di kelas fiksi dan non fiksi?

Sedangkan program RCO, boleh diikuti siapapun, anggota ODOP dari angkatan pertama sampai terakhir.  Rame? Banget. Di hari pertama ini, tercatat 64 anggota wajib melaporkan pencapaian bacaan setiap harinya. Mari kita lihat, berapa persen yang berhasil dan bertahan hingga penutupan RCO-3 nanti. Tujuan utama dari program ini adalah membudayakan membaca dan membiasakan akrab dengan buku dimanapun dan kapanpun. Hal ini selain bermanfaat untuk menambah kapasitas pengetahuan diri sendiri, juga bisa digunakan sebagai salah satu cara riset dan mencari bahan untuk dituliskan lembali. Nah apa iya, mau jadi penulis tapi ngga mau baca? Lalu mau dapat bahan tulisan dari mana?

Oke, tak perlu dijawab. Kita sudah sama-sama tahu jawabannya, kan? Hehe

Lalu, kenapa aku ikut masuk kelas Non Fiksi dan RCO?

Pertama, karena boleh. Iya, serius. Mungkin karena para PJ pikir aku akan baik-baik saja di kelas, jadi anak baik, PJ ngga punya alasan buat menolak kehadiranku di kelas mereka. (Hellow, lupa kemarin di kelas fiksi ODOP 4 sering bolos kelas? Ups, sorry. Ini aib)

Kedua, karena ngga ditolak. Eh, ada kan yang katanya kemarin masuk kelas fiksi terus ditolak sama admin, dikeluarkan gitu? Alhamdulillah, kalau kelas non fiksi dan RCO tidak mengeluarkanku dari kelas sebelum aku benar-benar menyerah, berarti posisiku masih aman, kan?

Terima kasih, para PJ yang baik hati, ramah tamah dan tidak sombong. Sudah menerimaku untuk ikut memungut tebaran ilmu di kelas. Meskipun sejujurnya aku bukan PJ kelas planet di ODOP 5, hanya membantu sebagai PJ di RCO tahap sebelumnya, dan sering ikut jadi perusuh di ODOP 5 semesta. Terima kasih sekali lagi, semoga dibalas dengan kebaikan berlipat ganda.

Ketiga, lagi pengen. Iya, aku masih suka moody kalau belajar. Kemarin waktu kelas lanjutan ODOP 4, aku memilih masuk kelas fiksi. Berharap imajinasi dan daya khayalku kembali dan tak menghentikan jemariku untuk terus menari diatas tuts keyboard yang berbaris rapi. Tapi apalah daya, ketika harap tak sesuai nyata. Kebanyakan alasan aja kali, ya. Hiks. Aku tidak belajar maksimal di kelas itu.

Jadi nih, ceritanya lagi pengen belajar nulis non fiksi. Serius. Aku berharap bisa istiqomah menulis di sini. Entah karena terpaksa atau memang karena panggilan jiwa. Kalau ngga mau dikeluarkan oleh admin dan merasa malu terhadap diri sendiri, aku harus bertahan hingga akhir kelas ini. Semoga bisa, semangat!

Soal target kelas non fiksi yang ingin menembus media dan menerbitkan antologi, tunggu dulu. Izinkan aku menata niat sambil terus belajar.  Ya, namanya juga usaha, eh proses. Semoga nanti niat ikut berkontribusai dalam antologi dan menulis untuk media akan mantap pada waktunya. Hehehe

Terkait dengan program RCO, aku ikut karena seringkali perlu dipaksa untuk konsisten membaca. Walaupun aku sendiri suka membaca, tapi masih suka seenaknya. Ngga ada target harian, apalagi target review dan mengikat hasil bacaan lewat tulisan. Adakalanya, kebiasaan yang baik harus diawali dengan paksaan. Selamat, aku berhasil terdampar di program RCO.

Lagipula, rasanya masih ada tanggung jawab yang belum tuntas untuk melepas RCO begitu saja. Maaf, bukan karena tak percaya pada dua admin sejoli #eh yang sudah rela meluangkan waktu dan tenaga buat ngurusi program ini, lengkap dengan jumlah anggota yang melebihi ekspektasi. Bukan pula karena mereka lebih junior, toh mereka tampak jauh lebih siap mengelola kelas dibanding aku sendiri ketika seusia mereka. Tapi lebih dari itu, mereka perlu “tempat mengadu” untuk mengelola kelas yang mayoritas anggotanya jauh lebih dewasa dibanding mereka. Ya, mereka tentu boleh mengadu kepada pengurus lain terkait kesulitan yang mungkin dihadapi, tapi bagaimanapun, kasian kalau mereka merasa “ditinggal” begitu saja dan diberi amanah yang berat untuk mengelola salah satu program dengan reputasi yang cukup baik selama ini.

Jadi, itulah alasanku memilih untuk masuk kelas non fiksi dan RCO untuk kelas lanjutan ODOP 5. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh para PJ, semoga kesempatan baik ini berhasil menyesatkanku ke jalan yang benar. Semangat!


#TantanganPekanPertama
#Kelasnonfiksi
#OdopBatch5
#Jogja
#TantanganRCO
#OneDayOnePost

7 komentar:

  1. Keren mbak Saki... 😍 menurutku yang paling berat itu RCO,makanya gak pernah mau ikut kelasnya. Biar Dilan aja.. 😅

    BalasHapus
  2. Mbak Saki 😍😍 selamat bergabung di non fiksi mbak. Tantangannya gak bikin puyeng kok 🙊

    BalasHapus
  3. Semangaaattt...
    Oh iya, yang dikeluarin, udah dimasukin lagi kok Mbak ^_^

    BalasHapus
  4. HIHIHI kita sekelas dua2nya mbak :D

    BalasHapus
  5. Jadi nggak aku aja yg pernah ditolak (ikut kelas RCO) ya? Sadiis

    BalasHapus

Kaos ODOP

Hasil jadi kaos Kira-kira tiga atau empat bulan pasca Kopdar Akbar ODOP pertama, ada wacana ingin membuat kaos ODOP. Koordinatornya...