Senin, 09 April 2018

Dompet Murah



Ketika orang lain berpikir untuk mendandani diri sendiri dengan berbagai kemewahan, aku lebih memilih dompet seharga lima belas ribuan.
Aku tidak lagi sibuk bertanya mengapa dompetku harus lebih murah dibanding dengan milik mereka. Karena selain soal selera, yang lebih penting adalah fungsinya.

Mereka yang memiliki dompet yang dibayar dengan uang yang lebih banyak daripada isi dompetnya, berarti memang sedang menguji diri sendiri untuk berada dalam kemewahan.

Tak mengapa. Tahukah engkau bahwa sesungguhnya dompet murah dan mahal itu memiliki risiko yang sama saat dibawa?

Pernah dalam sebuah perjalanan seorang diri yang harus ku tempuh, dompet murah kuselipkan diantara barang penting lain dalam tas, baris ketiga.

Saat itu pagi menjelang siang. Aku baru saja memulai perjalanan panjang yang harus diselesaikan seorang diri. Beberapa langkah setelah turun dari angkot, aku merasa seseorang menarik tasku pelan dengan sengaja. Tas ransel besar itu memang kugendong di belakang. Tentu agar mudah membawanya.

Tak lama kemudian, seseorang berseru, "Mbak, tasnya buka. Tolong ditutup. Hati-hati copet!".

"Deg!" Bukan soal dompet yang membuatku panik sejenak. Tapi isinya!

Pagi itu sebelum berangkat, kupindah semua kartu dan uang cash yang tak seberapa ke dalam dompet murah.

Ada KTP, SIM, ATM, e-money, kartu beberapa perpustakaan, dan identitas lain yang bagiku sangat berharga. Apa jadinya kalau semua itu berpindah tangan pada pencopet, padahal perjalanan panjang baru saja kumulai?

Ah! Aku mendesah pelan, ingin sujud syukur di jalan saat itu juga. Ternyata si pencopet salah membuka resleting tas. Sehingga dompetku aman di tempat semula, beserta semua isinya.

Aku lega, bibirku komat kamit mengucap syukur saat barang penting itu aman. Sungguh, jika pencopet itu berhasil menemukan dompet murah ku, ia akan tetap mengambilnya. Bukankah baginya yang lebih penting adalah isi, bukah harga dompet itu sendiri?

Maaf jika akhirnya Anda membaca ketidakjelasan dalam tulisan ini. Anggaplah hanya curht tak jelas dari seorang calon korban copet. Pelajaran penting yang ingin disampaikan dalam tulisan ini sederhana saja:

Jika pencopet dan pencuri tidak peduli pada berapa harga dompet Anda, atau mereka yang diam-diam melirik tangan Anda ketika membuka dompet hanya peduli pada isi dompet Anda, masihkah perlu menghiasi diri dengan dompet mahal dan menganggap dompet murah itu benda tak berharga?

#OneDayOnePost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kaos ODOP

Hasil jadi kaos Kira-kira tiga atau empat bulan pasca Kopdar Akbar ODOP pertama, ada wacana ingin membuat kaos ODOP. Koordinatornya...