Senin, 30 April 2018

Sang Pencerah: Antara Novel dan Film


Judul  : Sang Pencerah
Penulis           : Akmal Nasery Basral
Penerbit: Mizan
Tahun : 2010
ISBN    : 978-797-433-596-3


Sang Pencerah adalah film yang menceritakan tentang salah satu tokoh pendiri ormas terbesar di Indonesia: Muhammadiyah. Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama: Sang Pencerah, karya Akmal Nasery Basral.

Novel Sang Pencerah menceritakan alasan Sultan Yogyakarta Hadiningrat yang ingin Ahmad Dahlan (Darwis) saat itu mendirikan sebuah organisasi dakwah. Dimulai dari sedikit sekali anggota yang mau belajar memahami tentang ilmu hidup dan kehidupan., apalagi soal agama. Namun kemudian pengajian Ahmad Dahlan mendapat sambutan dari masyarakat sehingga jumlah anggota terus bertambah. Hal ini tentu mengundang kecurigaan dan prasangka sebagian masyarakat lainnya. konflik sosial tidak dapat dihindari. Namun, Ahmad Dahlan tetap melanjutkan perjuangan dan meluaskan dakwah melalui organisasi Muhammadiyah.

Organisasi ini sejak awal berdirinya fokus pada dakwah di bidang Pendidikan. Tdak heran jika organisasi Muhammadiyah memiliki Lembaga Pendidikan di semua jenjang, mulai dari TK (ABA), MI/SD, SMP/MTs, SMA/Boarding School, sampai perguruan tinggi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Namun sayang,  saya harus sedikit kecewa melihat hasil film yang didaulat menerima beberapa penghargaan tersebut. Karena dalam film, tidak dapat memberi gambaran utuh tentang pribadi seorang Ahmad Dahlan. Seperti biasa, terdapat jurang yang dalam antara visuali sasi yang terlanjur tercipta dalam kepala ketika membaca novel, daripada film yang memiliki cara sendiri mendeskripsikan tokoh melalui gambar dan suara.

Diantara beberapa penghargaan yang berhasil diraih oleh film Sang Pencerah adalah: meraih Film Terpuji 2011, Pemeran Utama Pria Terpuji, yang diraih oleh Lukman Sardi.Penata Artistik Terpuji FFB 2011 dira ih oleh Alan Sebastian, Penata Musik Terpuji FFB 2011 oleh Tya Subiakto, Penata Kamera Terpuji FFB 2011 oleh Faozan Rizal, dan Sutradara Terpuji FFB 2011 oleh Hanung Bramantyo.

Anyways, novel dan film Sang Pencerah sangat penting dibaca dan ditonton oleh generasi muda saat ini. Karena dengan belajar tentang tokoh besar negeri ini, kita dapat belajar tentang tokoh-tokoh pergerakan, sejarah, sekaligus mengambil hikmah untuk menjadikan masa depan yang jauh lebih baik lagi.

#TugasRCOLevel3
#NonFIksi
#OneDayOnePost




3 komentar:

Rumah Impian

Tak perlu besar, yang penting cukup untuk menampung keluarga inti dan tamu yang datang berkunjung. Entah itu saudara, sahabat, atau...