Jumat, 20 April 2018

Sesempurna Arsen?


Gara-gara DIta, kampung ODOP keracunan TPH. Iya, Cuma gara-gara Dita bertanya, "Siapa yang punya ebook Novel The Perfect Husband?" yang kemudian dijawab Upi dengan kiriman file novel tersebut.


Setelah itu, siang dan malam pembahasan mengenai betapa sempurna si Arsen, betapa baik dia, lalu mendadak menjadi sosok ideal pemimpin rumah tangga dan buah bibir para perempuan single-ODOP.

Mau punya suami? Pastikan dia sesempurna arsen!

Sampai pada kesempatan saat aku membicarakan tentang pernikahan dengan yang lain, tentang apa yang harus dilakukan ketika harus  merencanakan pernikahan. "Dia, lelaki itu harus seperti Arsen, Sa." Ujarnya tegas.

"Ya kali, kita bisa menemukan lelaki sesempurna Arsen dan menjadikannya suami gitu aja?" Jawabku sarkas. Wajar, sih. Iya, kan? Kalaupun ada lelaki sempurna di dunia ini, apa iya dia memilih kita jadi istrinya? Kalimat itulah yang menggantung di langit-langit kepalaku.

"Saya tidak seperti Arsen. Tapi sudah seharusnya semua lelaki itu seperti Arsen, Sa." Sahutnya tetap tegas.

"Tapi, dia itu fiksi. Bukan tokoh nyata." Jawabku lelah. Bagaimana mungkin, sosok khayalan itu begitu hidup di hati penggemarnya? Sementara hingga saat itu, aku belum membaca TPH. Bukan tidak tertarik. Hanya masih ada buku lain yang harus kuselesaikan baca. Sampai akhirnya kubuka juga file itu.

 Kau tahu, sekali aku membuka untuk membuktikan bahwa bualan teman-teman soal Arsen itu nyata, jemariku seolah tak bisa berhenti membolak balik layar dan memastikannya, menonton sampai selesai.

"Arsen itu keren banget. Pengen deh punya suami begitu." Beberapa ocehan bernada demikian.

Oh, plis. Itu tokoh fiksi.

Mau nikah sama tokoh fiksi? Aku sih ogah. Lagian, Arsen di novel itu dipasangkan dengan Ayla yang super nyebelin. Apa perempuan harus jadi sosok menyebalkan, supaya dapat suami sesempurna Arsen?

Huhuhu, terima kasih. Aku sama sekali tidak berminat menjadi perempuan menyebalkan. Tidak ada untungnya sama sekali. Berumah tangga itu cukup sekali, jadi pertimbangkan baik-baik sejak memilih pasangan.

Tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Rasulullah tidak hidup di zaman kita. Jadi, ambil satu pilihan terbaik yang ada, lalu jalani hidup sebaik-baiknya. Tak perlu melambungkan harapan dengan sosok sempurna pasangan. Biar kalau jatuh, diantara bintangpun tetap menyakitkan.

Eh, bintang-bintang masih tebuat dari bebatuan kan? Hehehe. Jatuh diantara bintang bisa jadi menyakitkan.

Lets be realistic. Boleh saja berharap mendapat pasangan sempurna, asal jangan lupa memantaskan diri diri dengan usaha dan doa. Tenanglah, perempuan yang baik insya Allah jodohnya baik. Begitu pula sebaliknya.

#tantangan RCO

7 komentar:

  1. aku udah baca novel ini
    biasa sih dik, nggak ada yang istimewa selain kesabaran arsen.
    yang menonjol adalah penggambaran karakter tokohnya
    selebihnya biasa...nggak begitu berkesan
    Karena sudah bisa ditebak plotnya

    BalasHapus
  2. Arsen jg ga sempurna sejak awal, ia jd sosok sangat sabar setelah sebelumnya menjadi sosok sangat mengesalkan bagi ortunya, hehehe, yes nikah itu jgn sama tokoh fiktip ntar nikahnya jg fiktip😁 masih banyak lelaki sholeh di dunia nyata, cuma masih suka ngumpet😊

    BalasHapus
  3. Jangan berharap terlalu tinggi, nanti jadi kecewa kalau kenyataan sebaliknya.

    BalasHapus
  4. Wanita yang baik pasti akan mendapatkan suami yang baik. Jika ingin mendapatkan suami yang baik, jadilah wanita yang baik pula

    BalasHapus
  5. Menurut ku biasa juga novel ini, malah kesannya dengan kesabaran arsen kurang manusiawi, meskipun sebelumnya dijelaskan hrs melalui tahap yg panjang

    BalasHapus
  6. Belum bacaaa...
    Nggak tau kenapa, tiba-tiba males aja karena udah viral gitu :D

    BalasHapus

Yang Terbaik

Edited by canva "Iya Ki, insya Allah kamu dapat yang terbaik."